Perkebunan kopi PT. Sinar Mayang Lestari terletak di Pegunungan Malabar kawasan Pengalengan Bandung Selatan di ketinggian di atas 1.400 meter DPL  dengan luas ± 70 hektar dan jumlah tanaman ± 230.000 batang.

 

Hasil produk kopi PT Sinar Mayang Lestari adalah

”MALABAR MOUNTAIN COFFEE”

from Preanger

to Coffee Plantation

Lokasi perkebunan Malabar Mountain Coffee berada pada pegunungan Malabar yang masuk dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rahayu Tani Kecamatan Pangalengan. Serta termasuk dalam Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Banjaran. Dengan rincian sebagai berikut :

- Luas    :  ± 70 Hektar, Jumlah Tanaman  :  ± 230.000 batang, Ketinggian   :  ≥ 1400 meter DPL, Tenaga Kerja Tetap  :  ± 70 orang

- Tenaga Kerja Musiman :  ≥ 30 orang (musim panen)

 

Tanaman  Penaung dan Tumpang Sari

Jenis tanaman naungan yang telah ada dan terus dilakukan penyulaman pada sebagian tempat yang masih kurang tanaman penaungnya adalah; suren, Eucalyptus deglupta dan sedikit tanaman buah (alpukat).

Sedangkan jenis tanaman tumpang sarinya adalah kol, wortel, cabe gendot dan beberapa jenis tanaman sayuran yang produktif.

Kegiatan tumpang sari dilakukan oleh pekerja dan masyarakat sekitar yang berminat di luar jam kerja dengan bantuan  modal awal yang diberikan oleh Malabar Mountain Coffee. Hal ini sebagai wujud dari simbiosis mutualisme, agar menghasilkan keuntungan bersama.

Perkiraan Produksi  Ceri

Fasilitas dan Kapasitas Mesin Produksi

Mesin pulper (5 unit) :  100 Kg/jam/unit   |   Mesin Huller 1  :  500 Kg/jam   |   Mesin huller 2  :  100 Kg/jam

Mesin pengering  :  750 Kg/10 jam   |   Penjemuran para-para :  10 x 20 meter   |   Penjemuran lapangan :  20 x 40 meter

Pengolahan Pasca Panen

Dalam rangka ikut serta membantu pengolahaan produksi buah ceri dari kebun milik petani yang tidak tertampung oleh produsen lokal, maka Malabar Mountain Coffee menerima dan membeli buah ceri dari petani untuk diproduksi di pabrik Malabar Mountain Coffee.

 

Malabar Mountain Coffee berkomitmen menghasilkan kopi berkualitas dengan dengan prinsip penanganan pasca panen yang baik dan benar (Good Handling Practices - GHP). Dengan orientasi menciptakan rasa dan mutu yang terjaga sampai kepada kosumen dan para penikmat kopi dimanapun.

 

MM Coffee melakukan pendekatan dengan tiga metode pasca panen. Metode pertama dengan Pengolahan Basah (Fully Washed) dan metode yang kedua dengan pengolahan Pengolahan Semi Basah (Semi Washed), serta Pengolahan Natural (Natural Process).

Aksesibilitas

Pengolahan Cara Basah

Fully Washed

Semi Washed

Natural Process

Pengolahan Semi Basah

Tenaga Kerja

Bibit dan Penanaman

Pemeliharaan dan

Pemanenan

Pengolahan Natural

Pejalanan dari kota Jakarta menuju areal perkebunan melalui jalan tol  Jakarta Cikampek – Tol Purbalenyi (pintu tol M. Toha) dapat ditempuh selama ± 2,5 jam dengan jarak ± 134 kilometer.

 

Dari pintu tol M. Toha menuju desa Pasir Mulya kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung dapat ditempuh selama ± 1,5 jam dengan jarak ± 40 kilometer.

 

Dari desa Pasir Mulya  kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung menuju areal kebun kopi LMDH Rahayu Tani ditempuh melalui jalan perkebunan teh PTP VIII dengan jarak ± 3 kilometer.  Dalam areal kebun transportasi yang digunakan adalah kendaraan roda dua (motor) atau berjalan kaki.

 

Tenaga kerja seluruhnya berasal dari masyarakat sekitar yang secara periodik dilakukan pertemuan dalam rangka pembinaan dan pengarahan.

 

Malabar Mountain Coffee didukung oleh staf profesional di bidang perkebunan dan tim lapangan yang memiliki keterampilan mengelolah asset perkebunan.

 

Dengan cara yang efektif dengan pembagian kelompok kerja berdasarkan luas petak kebun kopi.  Setiap petak kebun terdapat satu kordinator lapangan yang melakukan pembinaan dan pengawasan secara terarah.

 

Pemeliharaan tanaman dilakukan secara periodik yaitu; pembersihan gulma,  pencegahan hama penyakit, pemangkasan tunas air dan pemupukan.

 

Pupuk utama yang digunakan adalah campuran pupuk kandang, kulit buah kopi, kulit gabah kopi yang difermentasi dengan larutan Monodon.  Sedangkan penggunaan pupuk organik sangat jarang digunakan.

 

Pemanenan dilakukan hanya terhadap buah yang telah masak benar dengan dicirikan buah berwarma merah penuh.

 

Tanaman kopi Malabar Mountain Coffee masih terdiri dari beberapa varietas seperti LS 795, Sigalar Hutang dan Timtim, namun saat ini sedang dilakukan proses penanaman dengan satu varietas saja yaitu Sigalar Hutang.

 

Bibit diperoleh dari penangkaran bibit kopi di pangalengan yang telah memperoleh sirtifikasi dari instansi terkait BP2MB (Badan Pengujian Mutu Benih Tanaman Perkebunan).

 

Melihat dari pertumbuhan varietas Sigalar Hutang disekitar kebun yang telah berumur 12 tahun, maka pola tanam dan jarak tanam yang digunakan adalah 175 Cm x 150 Cm, sehingga dalam 1 ha lahan dapat ditanamami ± 3,500 batang atau ± 230,000 batang dalam ± 70 hektar.

PT SINAR MAYANG LESTARI

Jl. Kp Cigendel RT.03/12, Desa Margamulya, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung 40378,

Jawa Barat, Indonesia

Tel. & Fax: +62 22 5979206

E-mail: coffee@malabarmountain.com

© 2014 PT Sinar Mayang Lestari. All rights reserved.